Kamis, 25 November 2010

Alquran Menantangmu

Para penghina Islam selalu mencari jalan untuk mencari kelemahan Al Quran. Tapi sejauh yang mereka cari, mereka tidak menemukan apa-apa selain kelebihan yang ada dalam Al Quran. Sebagian menyebut bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang genius hingga membuat Kitab sesempurna ini. Padahal, Beliau SAW dikenal sebagai nabi yang Ummi. Bahkan sebagian mereka mendapat hidayah untuk mengakui bahwa tidak

akan ada manusia maupun jin atau kolaborasi manusia dan jin sekalipun
untuk membuat satu suratpun seperti Al Quran!


Al Quran menantangmu! Inilah tantangan Al Quran;


Surat Al Isra [17] ayat 88


Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini; niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".
QS. al-Isra' (17) : 88


Surat Thur [52] ayat 34


Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Qur'an itu jika mereka orang-orang yang benar.
QS. ath-Thur (52) : 34


Surat Hud [11] ayat 13


Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Qur'an itu". Katakanlah: " (Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar".
QS. Hud (11) : 13


Surat Yunus [10] ayat 38


Atau (patutkah) mereka mengatakan: " Muhammad membuat-buatnya. "Katakanlah:" (Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. "
QS. Yunus (10) : 38


Surat Al Baqarah [2] ayat 23


Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar.
QS. al-Baqarah (2) : 23


Mengapa Al Quran menantang manusia? Inilah jawaban terhadap orang-orang kafir dan munafik yang meragukan kebenaran Al Quran. Dan memang tidak akan ada satupun yang sanggup, sekalipun mereka bersatu padu dengan beberapa orang ahli sekalipun! Tantangan ini juga sebagai bukti bahwa Al Quran tidak mungkin dibuat oleh manusia. Al Quran memiliki mukzizat yang membuat orang akan terkagum-kagum dengan isinya. 


Inilah beberapa mukzizat untuk kita renungkan.


1. Bahasa Arab Yang Tidak Pernah Berubah

Didunia ini tidak ada bahasa yang sanggup bertahan hingga 2000 tahun selain bahasa arab. Bahasa Inggris yang saudara sanjung-sanjung itu, apabila anda membaca bahasa Inggris seribu
tahun yang lalu pasti anda tidak mengerti lagi artinya. Demikian bahasa Belanda. Kalau saudara baca buku bahasa Belanda yang berumur tiga ratus tahun itu, pasti saudara tidak mengerti lagi. Demikian pula bahasa Perancis dan Italia. Bahkan bahasa Indonesia selama enam puluh tahun saja sudah berganti tiga kali. Dan saudara tentu asing membacanya. Didunia ini tidak ada bahasa yang tetap hebat dan sanggup mempertahankan keasliannya selain bahasa arab.

Sekarang bahasa arab menjadi bahasa resmi PBB selain Inggris, Perancis, spanyol dan China.

Itulah bahasa Arab, bahasa kesatuan umat islam sedunia.

Umat Yahudi tidak punya bahasa kesatuan. Demikian juga umat kristen.

Sebab itulah Muhammad saw bangsa arab dipilih menjadi rasul terakhir, sebab hanya bahasa arab yang bisa tahan hidup selama-lamanya.

Maaf, sekiranya Yesus dan Musa lahir lagi didunia sekarang, lalu berpidato, tidak ada seorang pun yang akan mengerti maksudnya. Tetapi kalau Nabi Muhammad saw muncul kepermukaan dan berpidato, lebih dari 500 juta akan mengerti maksudnya.

Pada tahu 1950 datang utusan PBB yang berkebangsaan australia yang ditugaskan PBB untuk menyelidiki terjemahan Alkitab di seluruh indonesia. Karena Alkitab sudah diterjemahkan dalam beribu bahasa sehingga sudah banyak perbedaan dan bentuk aslinya. Utusan PBB itu kagum kepada umat Islam yang masih mempunyai kitab suci sesuai bahasa aslinya, tidak seperti Alkitab.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa semua kata-kata, suara, bunyi yang pernah disuarakan dan dibunyikan dipermukaan bumi ini sejak dahulu kala sampai sekarang semua tetap tercatat di dalam eather (angkasa) dan dapat ditangkap dengan alat penangkap suara yang ada sekarang. seorang sarjana amerika yang sudah lama memperdalam penyelidikan untuk menangkap semua suara, sudah berhasil menangkap suara nabi Muhammad saw, karena paling dekat waktunya pada masa sekarang. Dan bahasa yang dipakai nabi Muhammad adalah bahasa arab yang dipakai sekarang ini juga. suara nabi-nabi lain juga tertangkap tapi susah untuk mempahamkannya. Karena bahasa para nabi dan rasul selain Muhammad saw sudah tidak dipakai lagi sekarang. Dikabarkan bahwa sarjana amerika itu akhirnya masuk Islam, tapi tak lama kemudian ia mati terbunuh. Itulah keunggulan bahasa Arab, bahasa Al Quran dan bahasa persatuan muslim sedunia. (Sumber)

2. Nilai Seni Dan Keindahan

Nilai seni dan keindahan merupakan salah satu daya tarik Al-Quran. Keindahan tersebut dapat disaksikan pada kefasihan bahasa, diskripsi, penggunaan kata kiasan, dan penyampaian alur cerita. Dengan kata lain, keindahan Al-Quran terlihat pada pesona ayat, keserasian dan irama setiap susunan kalimat, keluwesan setiap kalimat dan kejelasan pesan yang disampaikannya.
Pesona Al-Quran sudah ada semenjak awal penurunannya. Hal itu membuat orang kafir pun tidak tahan ketika mendengar bacaan Al-Quran. Sebagian dari musyrikin menutup telinga mereka supaya tidak terpengaruh bacaan Al-Quran. Meskipun demikian, pesan Al-Quran tersebar luas dalam waktu singkat. Saat ini pun, pesona Al-Quran menarik setiap hati pendengarnya, seperti diawal penurunannya. (Sumber)

Unsur pertama kemukjizatan Al-Qur'an ialah kefasihan dan balaghah-nya. Artinya, untuk menyampaikan maksud dan tujuan dalam setiap masalah, Allah SWT menggunakan kata dan kalimat yang paling lembut, indah, ringan, serasi, dan kokoh. Melalui cara tersebut, Dia menyampaikan makna-makna yang dimaksudkan kepada para mukhathab (audiens), yaitu melalui sastra yang paling baik dan mudah dipahami. Tentunya, tidak mudah memilih kata dan kalimat yang akurat dan sesuai dengan makna-makna yang tinggi dan mendalam kecuali bagi orang yang telah menguasai sepenuhnya ciri-ciri kata, makna yang dalam dan hubungan imbal balik antara kata dan maknanya agar dapat memilih kata dan ungkapan yang paling baik dengan memperhatikan seluruh dimensi, kondisi dan kedudukan makna yang dimaksudkan. Pengetahuan lengkap tentang hal itu tidak mungkin dapat dicapai oleh siapapun kecuali dengan bantuan wahyu dan ilham Ilahi Sesungguhnya setiap manusia dapat mengetahui sejauh mana kandungan Al-Qur'an yang mencakup nada malakuti dan irama yang syahdu. Setiap orang yang mengetahui bahasa Arab, ilmu kefasihan dan keindahannya (Balaghah), pasti dapat menyentuh keunggulan sastra Al-Qur'an. Adapun untuk mengetahui kemukjizatan Al-Qur'an dari unsur balaghah, kefasihan dan keindahan bahasanya, tidaklah mudah kecuali bagi orang-orang yang memiliki pengalaman dan spesialisasi di dalam pelbagai ilmu sastra Arab dan melakukan perbandingan antara keistimewaan-keistimewaan Al-Qur'an dan berbagai macam bahasa yang fasih dan baligh, serta menguji kemampuan mereka dengan melakukan analogi dalam hal itu. Pekerjaan semacam ini tidak sulit dilakukan kecuali oleh para penyair dan sastrawan Arab, karena keistimewaan orang-orang Arab yang paling menonjol pada masa diturunkannya Al-Qur'an ialah ilmu Balaghah dan sastra. Puncak kemahiran mereka pada masa itu tampak ketika mereka mengadakan pemilihan bait-bait kasidah dan syair—setelah diadakan penelitian dan penilaian—yang merupakan kegiatan seni dan sastra yang paling besar.(Sumber)

3. Penghafal Al Qur'an terbanyak dari kitab-kitab lain

QS alhijr ayat 9:
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya"

Pada masa Rasulullah SAW sudah banyak sahabat yang menjadi hafidz (penghafal Al-Qur'an), baik hafal sebagian saja atau seluruhnya. Di antara yang menghafal seluruh isinya adalah Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Talhah, Sa'ad, Huzaifah, Abu Hurairah, Abdullah bin Mas'ud, Abdullah bin Umar bin Khatab, Abdullah bin Abbas, Amr bin As, Mu'awiyah bin Abu Sofyan, Abdullah bin Zubair, Aisyah binti Abu Bakar, Hafsah binti Umar, Ummu Salamah, Ubay bin Ka'b, Mu'az bin Jabal, Zaid bin Tsabit, Abu Darba, dan Anas bin Malik. (Sumber)

Hingga saat ini, Al Quran memiliki penghafal (hafidz) terbanyak jauh melebihi kitab-kitab lainnya di dunia ini. Inilah sebagai bukti Al Quran itu bukan dibuat oleh manusia. Allah SWT menjaganya langsung seperti janji-Nya. Salah satunya lewat penghafal-penghafal Al Quran, sekalipun banyak penghafal Al Qur'an dibunuh. Bahkan Palestine, negara yang dijajah Zionis Yahudi, memiliki penghafal Al Quran terbanyak di dunia yang sebagiannya adalah anak-anak.

Jumlah penghafal Al Qur’an di Palestine mencapai lebih 15 ribu hafidz dan hafidzah, belum lagi lulusan dari perkemahan al Qur’an yang diselenggarakan yayasan Syabat Muslimat dan perkemahan Syama. Dia menyatakan bahwa tahun lalu Gaza meluluskan 5 ribu penghafal al Qur’an. Jamal juga menyebutkan ada lebih dari 280 hafidz (hafal al Qur’an) di dalam penjara Israel, 50 di antaranya menyelesaikan hafalan di dalam penjara Nafha dan Nagev (dakwatuna).

Demikian juga di Libya, jumlah penghafal Alquran terbilang sangat banyak. Dari 7 juta penduduk negeri yang dipimpin Muammar Qaddafy itu, jumlah penghafal Alqurannya mencapai 500 ribu orang. (Republika)

Di Mesir, sebanyak 12,3 juta atau sekitar 18,5 persen dari total 67 juta jiwa penduduk Mesir tercatat sebagai penghafal seluruh kitab suci Al-Qur'an yang berjumlah 30 juz. Disebutkan, penghafal Al-Quran golongan kanak-kanak dan remaja berusia antara 10-25 tahun tercatat sebanyak 2,4 juta jiwa, golongan dewasa berusia antara 26-55 tahun sebanyak 6,2 juta, dan usia di atas 56 tahun sekitar 3,7 juta penghafal Al-Quran. Dari jumlah tersebut, wanita penghafal Al-Qur'an sekitar 3,8 juta orang. (Antara)

4. al-ahruf al-muqattha'ah (atau biasa disebut huruf tahajji)

DR Rasyad Khalifah, cendikiawan Mesir yang tinggal di Amerika, telah mengadakan riset terhadap al Quran dengan menggunakan komputer yang canggih, untuk menghitung jumlah kata-kata, kalimat bahkan huruf yang terdapat dalam Al Quran. Hasil risetnya kemudian menghasilkan Buku "Miracle of The Quran", yang diterbitkan Islamic Production International in St. Louis mo USA. Silahkan pesan buku tersebut yang beredar luas di AS. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa :

Surat Qaf. yaitu surat pendek diawali hanya dengan huruf Qaf.
Kita hitung huruf Qaf yang ada pada surah ini, dimana kita akan menemukan sebanyak 57 huruf. Kemudian kita ambil surat Asyura yang panjang nya dua kali lipat surat Qaf dimana huruf Qaf itu sebanyak 57 pada awalannya. Baiklah kita jumlah 57+57=114 angka ini merupakan jumlah surat dalam Al Quran.
Surat Ar-Ra'ad (13). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam miim raa".
Kebanyakan ulama menyandarkan rangkaian huruf ini kepada Allah, Hanya Allah yang tahu maksudnya. Tetapi setelah dihitung dengan komputer yang canggih menunjukan bahwa surat itu mengandung huruf terbanyak dengan urutan sebagai berikut Alif 625 huruf, laam 479 huruf, mim 260 huruf, raa 137 huruf. Itulah jumlah huruf terbanyak dalam surat yang diawali huruf alif laam miim raa. Apakah ini suatu kebetulan? Mungkinkah Muhammad saw yang mengarang Al Quran? Mungkinkah Muhammad saw berpikir bahwa saya akan mengarang
suatu surat diawali huruf alif laam miim raa dan itulah huruf-huruf terbanyak dalam surat itu? Hanya Allah saja yang mampu berbuat demikian.
Surat Al Baqarah (2). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam miim".
Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif sebanyak 4592 huruf, Laam sebanyak 3204 huruf, dan miim sebanyak 2195 huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Al Baqarah.
Surat Ali Imran (3). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam miim".
Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif sebanyak 2578 huruf, Laam sebanyak 1885 huruf, dan miim sebanyak 1251 huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Al Imran.
Surat Al ankabut (29). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam miim".
Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif sebanyak 784 huruf, Laam sebanyak 554 huruf, dan miim sebanyak 344 huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Al Ankabut.
Surat Ar Rum (30). Surat ini dibuka dengan huruf "Alif laam miim".
Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif sebanyak 547 huruf, Laam sebanyak 396 huruf, dan miim sebanyak 318 huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Ar Ruum.
Demikian juga Alif laam miim shaad pada surat al a'raf (7). Itulah urutan jumlah terbesar dalam surat itu.
Pada surat Tha Haa, huruf Thaa dan Haa sebagai huruf terbanyak diantara surat-surat yang turun di Mekkah.
Huruf kaaf haa yaa 'aiin shaad pada awal surat Maryam merupakan huruf terbanyak dalam surat itu, bahkan lebih banyak daripada yang dikandung surat-surat Al Quran lainnya yang turun di Mekkah.
Surat-surat yang bermula dengan huruf alif laam raa seperti surat Ibrahim (14), Yunus (10), Hud (11), Yusuf (12) dan Al Hijr (15), jika ketiga huruf itu digabung, akan merupakan angka yang terbesar.

Itulah keagungan al quran dalam hal perimbangan kata-kata maupun huruf-hurufnya, yang hal itu tidak mungkin di jumpai dalam kitab manapun di dunia ini. "Allahlah yang menurunkan Kitab (Al Quran) dengan kebenaran dan timbangan". QS 42:17. (Sumber)


5. Ilmu Pengetahuan Yang Maha Luas

Tentang Badai

Gary Miller, seorang insinyur lulusan University of Toronto, Canada menceritakan tentang seorang pelaut yang terperangah setelah membaca QS An-Nur (24:40):

Beberapa tahun silam, ada sebuah kisah yang kami dengar di Toronto-Kanada, tentang seorang pedagang yang membawa barang dengan kapal dan menghabiskan hidupnya di atas laut. Seorang Muslim meminjamkan sebuah kitab terjemahan Al-Quran untuk dibaca. Si Pedagang ini tak sedikitpun mengenal tentang sejarah Islamnamun menaruh minat untuk membaca al-Quran. Setelah menamatkan bacaannya, ketika mengembalikan kitab itu dia bertanya, "Apakah Muhammad ini dulunya seorang pelaut?" Dia sangat terkesan akan keakuratan Al-Quran dalam menggambarkan suasana badai di tengah laut. Ketika pertanyaannya tadi dijawab : "Bukan, bahkan sesungguhnya Muhammad tinggal di tengah gurun pasir". Jawaban ini sudah cukup untuk membuat sang Pedagang tadi serta-merta memeluk Islam. Dia sangat terkesan dengan paparan Al-Quran tentang badai di tengah laut. Pemaparan "ombak yang diatasnya ada ombak, dan diatasnya lagi awan" adalah bukan sekedar khayalan seseorang tentang badai di laut, namun penggambaran oleh yang memahami tentang badai di tengah laut. Ini hanya sekelumit contoh bagaimana Al-Quran tidaklah terkungkung hanya dalam satu ruang dan waktu tertentu. Sangatlah jelas, bahwa konsep saintifik yang dikemukakan di dalam al-Quran ini bukanlah berasal dari tengah gurun pasir pada empat belas abad yang lampau"
(Sumber)

Embrio Bayi yang Seperti Lintah

Salah satu definisi Allah adalah Dia yang menciptakan manusia. Wahyu tersebut juga memberi isyarat tentang ciri-ciri masyarakat modern. Pendidikan, pengajaran, al Qalam (alat tulis) dan Baca! Atau Iqra. Dibawah ini terjemahan wahyu pertama (5 ayat awal surat Al’Alaq): 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Menciptakan 2. Dia telah menciptakan manusia dari “al ‘alaq” 3. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan alat tulis (qalam) 5. Dia mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya. Kata al ‘alaq yang biasa diterjemahkan oleh Departemen Agama di Indonesia sebagai “segumpal darah” sangat menarik perhatian ilmuwan. Tambahan, kamus Arab – Inggris klasik, misalnya Kamus-al-Muheet yang dikarang Mujaduddin Firozabadi pada 1097 H (awal abad ke-18) menuliskan arti al ‘alaq atau ‘alaqah yang beragam, antara lain: (1) Sesuatu yang melekat (2) Apa saja yang menggantung ,(3) Binatang penghisap penghisap darah seperti lintah, atau (4) Sesuatu yang berbentuk seperti gumpalan darah (merah tua). Oleh karena itu, lazimnya Kitab Mulia selalu berbicara karakter maka al ‘alaq atau ‘alaqah lebih tepat diartikan sesuatu yang melekat, menggantung dan menghisap darah manusia.
Apakah itu? Ahli Embriologi seperti Dr Keith Palmer dan Dr Ibrahim menafsirkan sebagai proses pembentukan embrio bayi yang disebut blastocyst. Karakternya serupa, ia melekat, menggantung pada dinding rahim dan ia hidup karena menghisap darah ibunya sebagai makanannya. Dr. Ibrahim menjelaskan bahwa ‘alaqah adalah gambaran sesuatu proses yang menyangkut, menempel dan tertanamnya blastocist (pra embrio janin bayi) kelapisan kompak endometrium. Kemudian embrio ini melekat kuat pada endometrium di Uterus, dengan cara tepat sebagaimana lintah yang melekat dikulit manusia, manakala kita pergi kerawa - rawa atau danau, mereka menempel kuat. Kemudian, sebagaimana perilaku lintah yang menghisap darah korban, embrio manusia juga begitu. Ia menghisap darah ibunya yang sedang hamil, sebagai nutrisi dari dinding endometrium. Inilah karakter yang memberi gambaran fenomena embrio manusia, melekat, menggantung dan menghisap darah - yang disisipkan pada wahyu pertama, yang menurut ilmuwan Prancis Ben Malik sebagai “panah yang berkilauan” dalam pelajaran Teologi Islam.(Sumber)
Lebah
Dulu, tidak ada seorangpun yang tahu kalau lebah-lebah yang berkeliaran itu berjenis kelamin apa. Orang hanya tahu, lebah punya pemimpin dan lebah pekerja. Semua dianggap lebah jantan. Selain tidak terpikir lebih jauh, kita baru bisa melihat jenis kelamin lebah bukan dengan mata telanjang, melainkan harus memakai mikroskop.
Sementara Al Quran dalam menjelaskan fenomena tentang labah, di ayat 68 Surat An Nahl faktanya sungguh mengaggumkan!
Dan Tuhanmu mewahyukan pada lebah, buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, dipohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat tinggal manusia.
Bila di perhatikan, kata kerja "buatlah" adalah terjemahan dari bahasa arab attkhidzi, yang sebetulnya bentuk kata kerja feminim. Bahasa Arab, mengenal perbedaan bentuk kata kerja berdasarkan jenis kelamin. Bila mengikuti tata bahasa Arab, bentuk kata kerja feminim itu digunakan kalau seluruh hal yang melakukan kerja itu betina semuanya. Kalau ada satu saja sosok jantan atau maskulin diantara yang melakukan kerja itu, bentuk kata kerjanya langsung menjadi kata kerja maskulin. Jadi, kalau mau lebih pas lagi, ayat Al Quran tersebut berbunyi: Buatlah, wahai lebah-lebah betina, sarang-sarang ....
Dan sains modern telah membuktikan bila semua lebah pekerja, sebagai pembangun sarang, berjenis kelamin betina dengan organ-organ seks yang tidak berkembang! (Disarikan dari Nge-Friend sama Islam, Teguh Iman Perdana, DAR! Mizan, 2005)

6. 12 Bulan 365 hari, 71.11111111111% Lautan, 28.88888888889% Daratan 

Dalam Al Quran, kata “syahr (bulan)” yang disebutkan sebanyak 12 kali yang menunjukkan bahwa jumlah bulan dalam setahun adalah 12, dan kata “yaum (hari)” yang disebutkan sebanyak 365 kali yang menunjukkan jumlah hari dalam setahun adalah 365 hari. Selanjutnya Kata “lautan (perairan)” disebutkan sebanyak 32 kali, dan kata “daratan” disebut dalam Al Quran sebanyak 13 kali. Jika kedua bilangan tersebut kita tambahkan kita dapatkan angka 45.
Sekarang kita lakukan perhitungan berikut:
· Dengan mencari persentase jumlah kata “bahr (lautan)” terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan:
(32/45)x100% = 71.11111111111%
· Dengan mencari persentase jumlah kata “barr (daratan)” terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan:
(13/45)x100% = 28.88888888889%
Kita akan mendapatkan bahwa Allah SWT dalam Al Quran 14 abad yang lalu menyatakan bahwa persentase air di bumi adalah 71.11111111111%, dan persentase daratan adalah 28.88888888889%, dan ini adalah rasio yang riil dari air dan daratan di bumi ini.


7. Keseimbangan Dalam Al Quran

Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu menyadari (kebesaran Allah) (QS Al-Dzariyat [51]: 49).
Mahasuci Allah yang telah menciptakan semua pasangan, baik dari apa yang tumbuh di bumi, dan jenis mereka (manusia) maupun dari (makhluk-makhluk) yang tidak mereka ketahui (QS Ya Sin [36]: 36).
Semua diciptakan berpasang-pasangan. Ada yang namanya lelaki dan wanita, keduanya merupakan makhluk yang berlainan jenis namun merupakan pasangan yang telah diciptakan oleh Allah. Sehingga bukanlah suatu hal yang aneh bila ada ketertarikan antara keduanya yang kemudian akhirnya bersatu dalam pernikahan. Allah telah menentukan arah yang jelas tentang hasrat untuk saling berpasangan itu melalui jalur yang yang telah dilegalkan yaitu lembaga pernikahan. Lalu bagaiman bila kita bergerak diluar jalur ? Tentu Allah tidak berkenan.
Namun tahukah Anda bahwa Allah membuktikan firmannya itu di dalam Al Qur’an sendiri ? Lihatlah fakta-fakta berikut (Dr. Tariq Al Swaidan) :
Di dalam Al Qur’an terdapat kata-kata LAKI-LAKI sebanyak 24 dan kata-kata PEREMPUAN juga berjumlah yang sama sebanyak 24
Di dalam Al Qur’an terdapat kata-kata DUNIA sebanyak 115 dan kata-kata AKHIRAT juga berjumlah yang sama sebanyak 115
Di dalam Al Qur’an terdapat kata-kata MALAIKAT sebanyak 88 dan kata-kata SYAITHAN juga berjumlah yang sama sebanyak 88
Di dalam Al Qur’an terdapat kata-kata HIDUP sebanyak 145 dan kata-kata MATI juga berjumlah yang sama sebanyak 145
Di dalam Al Qur’an terdapat kata-kata LAUT sebanyak 32 dan kata-kata DARATAN berjumlah sebanyak 13
Dimana 32 + 13 = 45
Luas Lautan 32/45 x 100% = 71,11% dari permukaan bumi dan Luas Daratan 13/45 x 100% = 28,89% dari permukaan bumi.
Keseimbangan, keselarasan merupakan hal yang selalu ada dalam alam ciptaan Allah. Ada siang pasti ada malam, ada hidup pasti ada kematian, ada kaya ada miskin. Seakan makna keduanya bertentangan, namun oleh Allah keduanya diselaraskan, diseimbangkan. Pasti ada makna dari diciptanya kondisi tersebut.
Secara umum siang dikondisikan untuk orang agar bekerja mencari nafkah menghidupi diri dan keluarga seraya tetap menghamba kepada Allah. Sementara ketika malam tiba, canda tawa dan peluk hangat keluarga menjadi pengantar istirahat yang nyaman. Demikianpun untuk makhluk hidup lain ciptaan Allah.
Beberapa fakta lagi di dalam Al Qur’an tentang keseimbangan yang diciptakan Allah (Abdurrazaq Nawfal, dalam Al-Ijaz Al-Adabiy li Al-Qur’an Al-Karim) :
Al-hayah (hidup) dan al-mawt (mati), masing-masing sebanyak 145 kali
Al-naf’ (manfaat) dan al-madharrah (mudarat), masing-masing sebanyak 50 kali
Al-har (panas) dan al-bard (dingin), masing-masing 4 kali
Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan), masing-masing 167 kali
Al-Thumaninah (kelapangan/ketenangan) dan al-dhiq (kesempitan/kekesalan), masing-masing 13 kali
Al-rahbah (cemas/takut) dan al-raghbah (harap/ingin), masing-masing 8 kali
Al-kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk definite, masing-masing 17 kali
Kufr (kekufuran) dan iman (iman) dalam bentuk indifinite, masing-masing 8 kali
Al-shayf (musim panas) dan al-syita’ (musim dingin), masing-masing 1 kali.
Al-harts dan al-zira’ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali
Al-’ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali
Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati [jiwanya]), masing-masing 17 kali
Al-Qur’an, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Quran, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali
Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali
Al-jahr dan al-’alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali
Al-infaq (infak) dengan al-ridha (kerelaan), masing-masing 73 kali
Al-bukhl (kekikiran) dengan al-hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali
Al-kafirun (orang-orang kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/ pembakaran), masing-masing 154 kali
Al-zakah (zakat/penyucian) dengan al-barakat (kebajikan yang banyak), masing-masing 32 kali
Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadhb (murka), masing-masing 26 kali.
Al-israf (pemborosan) dengan al-sur’ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali
Al-maw’izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing-masing 25 kali
Al-asra (tawanan) dengan al-harb (perang), masing-masing 6 kali
Al-salam (kedamaian) dengan al-thayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali.
Kata yawm (hari) dalam bentuk tunggal sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun. Sedangkan kata hari yang menunjuk kepada bentuk plural (ayyam) atau dua (yawmayni), jumlah keseluruhannya hanya tiga puluh, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. Disisi lain, kata yang berarti “bulan” (syahr) hanya terdapat dua belas kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun.
Al-Quran menjelaskan bahwa langit ada “tujuh.” Penjelasan ini diulanginya sebanyak tujuh kali pula, yakni dalam ayat-ayat Al-Baqarah 29, Al-Isra’ 44, Al-Mu’minun 86, Fushshilat 12, Al-Thalaq 12, Al-Mulk 3, dan Nuh 15. Selain itu, penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam tujuh ayat
Kata-kata yang menunjuk kepada utusan Tuhan, baik rasul (rasul), atau nabiyy (nabi), atau basyir (pembawa berita gembira), atau nadzir (pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita tersebut, yakni 518 kali.
Alangkah indah yang telah ditunjukan Allah tentang pasangan, keseimbangan dan keselarasan dalam Al Qur’an dan alam ciptaannya. Lalu, pantaskah kita kemudian mengingkarinya ? (Sumber)


8. Angka 19

Dalam al-Quran terdapat 9 surah yang memiliki lebih dari 128 ayat. Dari 9 surah tersebut ada 19 ayat yang merupakan kelipatan dari 128 atau 129. Penjumlahan dari 19 ayat itu adalah 2.698 (19 x 142). Dan angka 2.698 bukan angka sembarangan. Karena kata Allah dalam Al-Quran ditulis sebanyak 2.698 kali.
Mungkinkah itu sebuah kebetulan? Atau hasil rekayasa digital dari abad ke-6 Masehi? Padahal struktur digital 114 surah dalam Al-Quran itu bisa dihafal oleh para penghafal al-Quran bahkan dibaca dengan suara mengalun dengan tujuh macam gaya yang disebut qiroah as-sab’ah.
Tapi bagaimana menjelaskan angka 19 itu? Jika kita bisa meng-coding bilangan biner (1 dan 0 ) dalam komputer, Al-Quran di-coding dengan bilangan 1.9. Keduanya adalah bilangan primer yang tidak bisa dibagi kecuali dengan dirinya sendiri. Berbeda dengan konsep kebanyakan filsafat yang mengacu pada angka 12 ( 12 bulan, 12 untuk selusin, 12 shio cina, 12 zodiak, dan kemudahan bagi rata dalam bilangan 12), Al-Quran memberikan angka 19.
Di sinilah keunikan itu terjadi. Jumlah 114 sebagai jumlah surah dalam Al-Quran adalah hasil dari 6x 19 =144. Dan uniknya angka 619 juga merupakan deret bilangan prima yang ke-114. (1,3,5, dan seterusnya sampai suku ke 114). Dan terakhir kalimat Wahdahu La Syarikalahu ( Tuhan Maha Esa, tidak bisa disekutukan), secara geometris memiliki nilai 619 dan secara semantic memiliki arti prima. Dan bilangan prima tidak boleh di-syirkah, diduakan atau dibagi dua.
Belum lagi makna yang tersirat tentang bilangan ganjil sebagai bilangan yang mengandung keutaman dalam Islam. Iman Islam disusun dari bilangan prima pada deret ke-144, dan bilangan prima menempati posisi istimewa dalam susunan ini.
Bukan itu saja. Pada tahun 1999 para ilmuwan telah menemukan elemen ke-144 dalam tabel periodic elemen kimia dengan fraksi paling kecil yang sangat dinamis. Para ilmuwan sepakat akan sulit lagi untuk menemukan bilangan atom selanjutnya. Dengan demikian secara kauniyah alam telah menjelaskan keberpihakannya pada agama Allah.
Sungguh merupakan suatu keajaiban jika kita mencermati fakta-fakta berikut. Kelima ayat pertama dari wahyu pertama yang turun yaitu surah Al-Alaq terdiri atas 19 kata. Dan 19 kata tersebut terdiri dari 76 huruf yang merupakan kelipatan dari angka 19 (4×19=76). Dalam Al-Quran, surat Al-Alaq berada di urutan ke-96. Jika dihitung terbalik dari belakang, surah tersebut berada pada urutan ke-19.
Mengapa angka 19? Angka ini unik, karena tidak memiliki pembagi, alaias tidak bisa dibagi. Dalam matematika, angka 19 dianggap sebagai bilangan prima yang unik, karena terdiri dari bilangan terkecil yaitu 1 dan bilangan terbesar yaitu 9, seperti alfa dan omega dalam susunan abjad.
Sungguh ajaib pula bahwa jumlah huruf dalam kalimat Bismillahi rahmanir rahim adalah juga 19. Dalam Al-Quran kata ism ( nama) muncul sebanyak 19 kali, sedangkan kata Allah terdapat 2.698 alias 19 x 142, sedangkan Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang) muncul 57 kali (19×3), sementara Ar-Rahim (Yang Maha Penyayang) muncul 114 kali (19×6), angka yang sama dengan jumlah surah dalam al-Quran.
Ini tentulah hanya secuil keajaiban Al-Quran. Segudang keajaiban kitab suci wahyu Allah SWT ini belum banyak yang terpecahkan oleh kemampuan otak manusia yang sangat terbatas. (Sumber)
Al Quran Surat Al Muddatsir (74) dimana angka 19 ini disebutkan:

(74:30) Di atasnya adalah 19.
(74:31) Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu (19) melainkan untuk:
cobaan/ujian/tes bagi orang-orang kafir,
meyakinkan orang-orang yang diberi Al Kitab (Nasrani dan Yahudi),
memperkuat (menambah) keyakinan orang yang beriman,
menghilangkan keragu-raguan pada orang-orang yang diberi Al kitab dan juga orang-orang yang beriman, dan
menunjukkan mereka yang ada dalam hatinya menyimpan keragu-raguan; dan orang-orang kafir mengatakan: “Apakah yang dikehendaki Allah dengan perumpamaan ini?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia. Dan ini tiada lain hanyalah sebuah peringatan bagi manusia.
(74:32) Sungguh, demi bulan.
(74:33) Dan malam ketika berlalu.
(74:34) Dan pagi (subuh) ketika mulai terang.
(74:35) Sesungguhnya ini (bilangan ini) adalah salah satu dari keajaiban yang besar.
(74:36) Sebagai peringatan bagi umat manusia. (sumber)

Terakhir dari tulisan ini, marilah kita renungkan Video berikut ini. Sebuah reaksi janin dalam kandungan ketika dibacakan Ayat-ayat Al Quran. Subhanallah... Maha Benar Allah Dengan Segala Firmannya:


Tulisan diatas cuma edit paste dari blognya kang usman,maaf ya kang usman jika tidak minta ijin terlebih dahulu,,jika kang usman ngk perbolehkan maka akan saya segera hapuskan tulisan ini..
blog kang usman

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar